| |
|
 |
|
 |
|
Belum Menjadi Member ?
Dartar Sekarang juga,
Nikmati Content Terbaru dan Eksclusive
Join Disini !!
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
| |
|
 |
| |
| F I L M September 2010 |
| |
"Resident Evil: Afterlife 3D" Alice is Back! |
Hadirnya beberapa terobosan di film ini dipastikan membuat pecinta game dan film Resident Evil melonjak kegirangan. |
Meskipun bukan salah satu pelopor, Resident Evil bisa dibilang sebagai film adaptasi game yang popularitasnya tak kenal surut. Bahkan, film ini berhasil menggandeng fanbase baru yang tidak pernah memainkan game itu sendiri. Tak heran, Resident Evil menjadi satu-satunya film adaptasi game yang sejauh ini memiliki franchise berkelanjutan melampaui rekor yang pernah dicapai Mortal Kombat.
Bahkan, sebagai babak terbaru petualangan Alice, Resident Evil: Afterlife menawarkan terobosan-terobosan yang sudah menjadi tradisi pendahulunya. Kali ini, terobosan yang dihadirkan adalah penggunaan ‘3D Fusion Camera System’ yang pernah dilakoni James Cameron dalam menggarap mega-proyek Avatar. Dengan teknik sinematografi ini, lagi-lagi Resident Evil mendapatkan rekor terbaru yakni sebagai film adaptasi game 3D dan IMAX-3D pertama.
Soal premisnya, Resident Evil: Afterlife memang tidak jauh-jauh dari persoalan konflik Alice dengan Umbrella Corp, perusahaan penyebar T-Virus yang membuat penduduk dunia berubah menjadi zombie. Untuk karakter tokoh protagonis ini, tentu saja nama Milla Jovovich tetap dipasang sebagai pemeran. Sepertinya pihak produser tidak terlintas sedikitpun mengganti cast utama ini ke aktris lain selain kepada wanita kelahiran Ukraina ini. Kita tentunya sudah sangat setuju dengan keputusan ini, bukan?
Sekedar informasi, produksi film ini merupakan tindaklanjut kesuksesan Resident Evil: Extinction yang mencapai box office ketika rilis di tahun 2007 dan dikembangkan pada bulan Juni 2008. Untuk plot-nya, film ini mengambil beberapa elemen dari versi game-nya yang bertitel Resident Evil Code: Veronica (2000) dan Resident Evil 5 (2009).
Dengan budjet sebesar US$ 60 juta, desain produksi film ini dilakukan pada akhir September 2009 di Toronto, Kanada dan kemudian dilakukan syuting pada 10 Oktober 2009 yang berlangsung selama 10 minggu dibawah komando sutradara dan penulis naskah keseluruhan seri Resident Evil Paul W.S. Anderson. Budjet pembuatan film ini memang tergolong lebih besar dibandingkan film sebelumnya yang hanya berkisar US$ 45 juta.
Dalam Resident Evil: Afterlife diceritakan Alice terus mencari dan menyelamatkan manusia yang masih terhindar dari wabah T-virus di Los Angeles yang ternyata menjadi perangkap mematikan. Selain itu, dia juga dibantu beberapa rekannya seperti Claire Redfield (Ali Larter), Jill Valentine (Sienna Guillory), dan Chris Redfield (Wentworth Miller), melawan Alber Wesker (Shawn Roberts), petinggi Umbrella Corp yang menjadi biang keladi mewabahnya T-virus.
Selain kemunculan pertama Chris Redfield, salah satu tokoh utama dalam versi game-nya, film ini juga kembali menghadirkan anjing doberman yang terinfeksi T-virus yang pernah dihadirkan di film sebelumnya. Jeremoy Bold, salah satu produser yang terlibat dalam film ini menyebut, doberman yang dihadirkan merupakan kombinasi dari anjing sungguhan dan CGI.
Dia menjanjikan, doberman-doberman ini bakal jauh lebih pintar dan mengerikan dibandingkan di film sebelumnya. Bahkan, konflik pertarungan antara Alice dan para zombie diklaim lebih mengesankan dibandingkan film sebelumnya. And the most important: Milla Jovovich in 3D? Who can ignore it! Chandra Wirawan
|
|
|
|
| |
M A J A L A H P O P U L A R |
| |
 |
TOP ISSUE EDISI 272
DEWI CINTA
Kencan Tanpa Hati
Main Report
Jual Tubuh Adegan Panas
Sex Clinic
Multiple Orgasme Tanpa Ejakulasi
Hot Angels
Gyna dan Devi
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|